Selamat datang di STEI Kanjeng Sepuh

Motto STEI KANJENG SEPUH Sidayu

Motto STEI KANJENG SEPUH Sidayu

Motto STEI KANJENG SEPUH Sidayu

MOTO STEI KANJENG SEPUH SIDAYU GRESIK          

Banyak orang merasa penasaran dengan Moto STEI Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik “Otentik, Aplikatif, dan Transformatif.” Sehingga, tidak mengherankan jika moto tersebut menjadi perbincangan hangat dan bahan diskusi serius pada kalangan tertentu. Bahkan, sebagian mereka berusaha menafsirkan motto tersebut dengan berasumsikan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing. Namun, apa sesungguhnya makna atau arti dibalik setiap kata yang dipakai sebagai moto STEI Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. Setiap kata moto memiliki makna dan arti yang terkait dengan tridharma perguruan tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian. Berikut merupakan penjelasan setiap kata moto STEI Kanjeng Sepuh Sidayu.

Otentik:

a. Real

- Materi perkuliahan diambilkan dan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan masukan dari stake holder, user lulusan, dan lainnya.

  1. STEI/dosen pengampu melakukan survey kepada masyarakat, user atau stake holder terkait materi perkuliahan yang diampu; apakah materi yang direncanakan atau didesain sudah sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat dan lain atau tidak.
  2. STEI mengundang perwakilan masyarakat atau user terhadap lulusan kelak untuk memberikan masukan atau saran.

- Proses perkuliahan menekankan pendekatan Student Active Learning (SAL)

  1. Dosen pengampu mengeksplorasi kemampuan dan keahlian mahasiswa.
  2. Mahasiswa lebih aktif dalam proses perkuliahan, atau memberikan kesempatan lebih banyak pada mahasiswa untuk mengalami proses pembelajaran dibandingkan dosen pengampu.

- Penilaian perkuliahan didasarkan kemampuan mahasiswa dan dilakukan selama proses perkuliahan.

  1. Dosen pengampu melakukan penilaian pada setiap perkuliahan.
  2. Dosen pengampu melakukan penilaian dalam bentuk portofolio untuk mengetahui perkembangan mahasiswa dan mendeteksi serta mengatasi kelemahan yang dimiliki.

b. Berproses

Materi perkuliahan diberikan secara bertahap, dari yang paling mudah ke yang paling sulit.

  1. Dosen pengampu mendesain materi perkuliahan dari yang paling mudah menuju ke yang paling sulit.
  2. Dosen pengampu tidak mengmark up atau merapel kelas atau materi perkuliahan.
  3. Dosen pengampu tidak melaksanakan proses perkuliahan sekali tatap muka tuntas atau sekali selesai.
  4. Dosen pengampu melakukan penilaian perkuliahan secara berkala dan teratur.

c. Berkesinambungan

- Materi perkuliahan sebelumnya menjadi acuan bagi pemberian materi perkuliahan selanjutnya; begitu seterusnya.

  1. Dosen pengampu memberikan materi perkuliahan lanjutan dengan menghubungkan materi sebelumnya.
  2. Dosen pengampu memberikan materi perkuliahan dari pengantar ke praktek, kemudian level transformatif.
  3. Dosen pengampu memberikan materi perkuliahan dari yang bersifat konkrit ke yang bersifat abstrak.
  4. Dosen pengampu melaksanakan proses perkuliahan dengan model dialogis sistematis.
  5. Dosen pengampu melakukan penilaian terhadap mahasiswa dimulai dari awal sampai akhir perkuliahan dengan model portofolio.

d. Terpadu

- Materi perkuliahan dirancang dengan memperhatikan Visi Misi STEI dan kebutuhan masyarakat  secara utuh.

  1. Dosen pengampu mendesain materi perkuliahan dengan mengacu pada Visi Misi dan Motto STEI.
  2. Dosen pengampu menseleksi materi perkuliahan dengan mengacu pada permasalahan dan masukan dari masyarakat, stake holder dan user.

- Proses perkuliahan dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di lokasi dan sekitarnya.

  1. Dosen pengampu melakukan perkuliahan dengan menggunakan sarana atau fasilitas yang ada di kampus.
  2. Dosen pengampu melakukan perkuliahan di luar kampus.

- Penilaian perkuliahan dilakukan secara menyeluruh.

  1. Dosen pengampu melakukan penilaian capaian hasil perkuliahan mahasiswa secara utuh dan dalam bentuk portofolio.

e. Holistik

- Materi perkuliahan didesain secara menyeluruh dan komprehensif.

  1. Dosen pengampu mendesain materi perkuliahan secara menyeluruh.
  2. Dosen pengampu menyusun materi perkuliahan secara komprehensif.

- Proses perkuliahan dilakukan secara penuh dan tidak terputus-putus.

  1. Dosen pengampu memberikan perkuliahan dengan memperhatikan ketersambungan antar satu dengan lainnya.
  2. Dosen pengampu menyajikan perkuliahan secara tuntas.

- Penilaian perkuliahan dilakukan dengan model portofolio.

Aplikatif:

a. Applicable

- Materi perkuliahan yang telah diberikan bisa dirisetkan dan diterapkan di masyarakat dan atau sesuai permintaan user.

- Proses perkuliahan (penelitian) bisa dilakukan di kampus maupun luar kampus (dunia industri, waralaba, bank, lembaga non bank, instansi pemerintahan, dan lainnya).

- Penilaian perkuliahan berdasarkan masukan dunia industri, waralaba, bank, lembaga non bank, instansi pemerintahan, dan diary/portofolio mahasiswa.

b. Praktis

- Materi perkuliahan yang diberikan bisa diaplikasikan dengan mudah dan berkonteks.

- Proses perkuliahan memanfaatkan sarana prasarana kampus dan sekitar kampus serta tempat praktek lapangan.

- Penilaian perkuliahan dilakukan dengan memperhatikan segi-segi kepraktisan, kemudahan dan kebermanfaatan yang dilakukan mahasiswa.

c. Efisien

- Materi perkuliahan yang diberikan bisa diterapkan dalam waktu yang relatif cepat, tidak banyak mengeluarkan tenaga dan dana, serta logis.

- Proses perkuliahan dilaksanakan dengan mempertimbangkan waktu, sarana prasarana yang ada atau tersedia baik di kampus maupun luar kampus.

- Penilaian perkuliahan dilaksanakan dengan kecepatan waktu, kehematan dana dan kelogisan.

d. Efektif

- Materi perkuliahan yang telah atau sedang diberikan bisa diaplikasikan tanpa membutuhkan banyak waktu, hemat tenaga dan dana.

- Proses perkuliahan dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan waktu, keterbatasan sarana prasarana yang tersedia serta pemanfaatan sumber pembelajaran lainnya.

- Penilaian perkuliahan dilakukan dengan waktu cepat, hemat biaya dan logis.

e. Bermanfaat

- Materi perkuliahan yang diberikan berguna bagi mahasiswa, user, masyarakat, stake holder, pemerintah, dan lainnya.

- Proses perkuliahan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia di kampus maupun luar kampus.

- Penilaian perkuliahan berbasiskan pada kemampuan mahasiswa.

Transformatif:

a. Mengubah Mental menjadi Adaptif, Responsive dan Open

- Materi perkuliahan yang didesain berbasiskan kondisi, perkembangan, kebutuhan,  dan permintaan user lulusan, dan lainnya.

- Materi perkuliahan menyajikan inovasi dan daya beda serta daya saing.

- Proses perkuliahan dilaksanakan di luar kampus (bank, BMT, koperasi, perusahaan, super dan mini mart, instansi pemerintahan, dan lainnya).

- Penilaian perkuliahan didasarkan masukan atau evaluasi para calon user lulusan.

b. Mengembangkan Daya Pikir Logic, Challenging, Spekulatif, dan Dialogis

- Materi perkuliahan bersifat menantang daya kritis, memberikan peluang berpikir alternatif dan terbuka terhadap kritik dan saran.

- Proses perkuliahan dilaksanakan di dalam maupun luar kampus (bank, BMT, koperasi, perusahaan, super dan mini mart, instansi pemerintahan, dan lainnya).

- Penilaian perkuliahan didasarkan portofolio mahasiswa dan masukan atau evaluasi user lulusan.

c. Meningkatkan Soft dan Hard Skill

- Materi perkuliahan menyajikan dan meningkatkan kemampuan Soft Skill.

- Materi perkuliahan menyajikan dan meningkatkan kemampuan Hard Skill

- Proses perkuliahan dilaksanakan dengan memperhatikan Soft dan Hard Skill mahasiswa yang sedang dikembangkan.

- Penilaian perkuliahan didasarkan Portofolio Soft dan Hard Skill mahasiswa serta masukan atau evaluasi dari user lulusan.

d. Menawarkan Solusi Alternatif

- Materi perkuliahan berbasiskan persoalan masyarakat, permintaan user, dan berisikan solusi-solusi alternatif pemecahan.

- Proses perkuliahan dilaksanakan di dalam maupun luar kampus dalam bentuk aplikasi solusi alternatif.

- Penilaian perkuliahan berdasarkan portofolio mahasiswa dan masukan atau evaluasi user, masyarakat atau lainnya.

e. Mengupayakan Alih Fungsi dan Guna pada Sumber Daya Manusia Lokal

- Materi perkuliahan bersifat teknis dan prosedural sehingga mudah terjadi alih guna.

- Proses perkuliahan dilaksanakan di kampus dengan mengundang user atau masyarakat, dan atau di luar kampus (bank, BMT, koperasi, perusahaan, super dan mini mart, instansi pemerintahan, UMKM, dan lainnya).

- Penilaian perkuliahan berdasarkan portofolio mahasiswa, dan respon atau tanggapan user lulusan, masyarakat, atau lainnya.

f. Meningkatkan Nilai Sumber Daya Alam dan Masyarakat

- Materi perkuliahan berisikan strategi, metode dan pola peningkatan SDA, SDM,  dan lainnya.

- Proses perkuliahan dilaksanakan di luar kampus (bank, BMT, koperasi, perusahaan, super dan mini mart, instansi pemerintahan, UMKM, dan lainnya).

- Penilaian perkuliahan didasarkan portofolio mahasiswa dan respon user, masyarakat, atau lainnya.

 

 


Bagikan :