Selamat datang di STEI Kanjeng Sepuh

Berita

KopDar Pengusaha Sukses Berkah with Sukses Berkah Community (SBC) #Chapter Gresik

Sukses Berkah Community atau SBC Chapter Gresik menggelar acara KopDar alias Kopi Darat dengan mengusung tema How Start Your Business. KopDar kali ini digelar di Kampus STEI Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik dengan dihadiri oleh berbagai kalangan Pelajar SMA/sederajat, Mahasiswa/i, dan umum. Jumat (18/10/2019) Siang.

Sebelum KopDar dimulai, terlebih dulu dibuka oleh Ali Afandi selaku ketua STEI Kanjeng Sepuh Sidayu dilanjut dengan penandatanganan MoU antara SBC dengan STEI Kanjeng Sepuh Sidayu.

Ketua SBC Chapter Gresik, Anto Sugianto mengatakan, SBC merupakan perkumpulan dari pengusaha-pengusaha muslim se-Indonesia yang punya visi mewujudkan peradaban sukses berkah.

“SBC itu perkumpulan dari pengusaha-pengusaha muslim se-Indonesia yang punya visi mewujudkan peradaban sukses berkah, sukses dalam arti mendapatkan rizki dan berkah dalam arti berbagi,” katanya.

SBC dibentuk oleh Coach Ridwan Abadi sebagai wadah perkumpulan alumni workshop Ridwan Abadi. Setiap Ridwan Abadi mengadakan seminar di berbagai kota kemudian ada kelanjutan yang mana nantinya dijadikan satu di SBC sampai akhirnya tumbuh menjadi Chapter dan sekarang sudah terbentuk 20 Chapter. Sedangkan anggota SBC secara nasioanl ada sekitar 5000 anggota.

“Motivasi SBC untuk mewadahi pengusaha muda adalah kembali ke visi kita yakni mewujudkan Pengusaha yang sukses dan berkah. Jadi di sini kita berbagi, berbagi ilmu kita dan hal tersebut diajarkan oleh Ridwan Abadi. Janganlah kita merasa lebih dari yang lain, sebab jika ilmu kita bagi insyaallah akan ada keberkahan,” imbuhnya.

Acara ini dihadiri oleh empat pembicara yakni Ziaulhaq Distributor SR12 dengan 500 Reseller, Roni Tulus Jatmiko Owner Kerupuk Ikan Bintang HS Sidayu, Tri Aji Firdaus Owner Es Suket, dan Edy Priyanto Owner Gelar Tikar.

Sementara itu, salah satu pembicara, Edy Priyanto juga menyampaikan bahwa memilih atau menentukan mentor dalam berbisnis itu penting.

“Biasanya kita tidak tahu kepada siapa kita akan bertanya. Ibarat pemain sepak bola. Jika kita pemain sepak bola dan tidak punya pelatih maka tentu pemainnya akan bermain sendiri-sendiri. Sedangkan tujuan utamanya yaitu pemenang dalam suatu pertandingan. Jelas tidak mungkin karena tidak ada pelatih atau pendamping. Jadi yang dibutuhkan dalam usaha atau bisnis  adalah ilmu dan mentor,” ujarnya.

“Kalau kita punya mentor maka usaha kita akan lebih fokus dan bisa mengendalikan bisnis. Jadi jika salah ada yang menuntun. Ada ilmu, ada mentor, dan ada komunitas. Di SBC ini saya seperti menemukan ketiganya, ilmu, mentor, dan komunitas,” tambahnya

Para peserta yang hadir begitu tampak antusiasme dalam acara ini, hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada empat pemateri tersebut. (Ella/nef)


Bagikan :